Tau gak sih, semalem tuh, gua tdr jam 3! Tidur jam 3 gara-gara, abis maghrib, ketiduran, bangun-bangun jam 10. karna bngn jam 10, gue jadinya, tidur lagi jam 3 pagi! Ckckck.....baru kali ini! dan, selain itu, gue mau cerita. Pas sekitar jam 2 gitu, ibu gue selesai solat isya. Trus ibu gue ngelongok ke jendela kamarnya dan bilang, "Ma,kok di rumah panji, ada yg baru pulang ya? siapa tuh? pulangnya malem amat" ngedenger begitu, gue langsung nyamperin ibu gue and ikutan ngelongok ke jendela.
Bener! di depan rumah tetangga gua itu, ada bpk-bpk kyk pke kemeja tangan panjang putih atau jaket putih. Entahlah, kan gelap, jdi gak terlalu jelas. bpk-bpk itu tuh lgi ngebuka-buka gembok pager rumah tetangga gue. bpk-bpknya sih kyknya kepalanya tuh gak gondrong, trus pendek, badannya ya.....sedeng lah, gak gendut dan gak kurus. terus gue bilang aja "Itu mah om joko kali" ya, emang di rumah itu ada yg namanya om joko. Om joko katanya suka lembur kerja, jadi pulang malem mulu. gue kira sih, ya, om joko.
Abis itu,yaudah, gorden jendelanya gue tutup dan gak tau lagi deh. pas udh jam 3, gue tidur. sekitar jam tujuh pagi, gue bangun. Disitu ada ibu sama aa gue. Ibu lagi cerita dan langsung bilang ke gue, "Ma, ternyata org yg semalem kita liat di depan rumah panji itu maling!" katanya. gue yg baru bangun masih setengah sadar. "Iya, motor om joko sama si dede malingin"aa gue ngelanjutin.
"Maling?!" kata gue ga percaya. Aa gue langsung nyerocos. "Iya! lu sih, bukannya bangunin gua. Kan gua bisa bbm si dede" katanya.
"Yeee...mana gua tau! Gua kira itu om joko","Gak mungkin om joko! Kalo om joko, kalo pintunya udh dikunci, pasti dia manjat pager kalo buat masuk" protes aa gue. Sebenernya sih, gue nyesel juga ga liatin tu org terus. Coba gue liatin,gue bisa liat kali tuh dia nyuri motor. Tapi kan, nasi sudah menjadi bubur #azeeek *prokprokprok nnti aja, gue kasih tau ciri-ciri tu org ke tetangga gue yg kemalingan #sumpah #ini #true #story #baru #pertama #kali
9 Jun 2014
5 Jun 2014
Perahu Impian
Kalian tau gak, sih? gua tuh hobi nulis cerpen gitu, mau gua post nih disini. CEKIDOT!!
Perahu Impian
Di sebuah desa ada seorang anak perempuan cilik bernama Follney. Ia hidup sebatang kara, ayah dan ibunya tidak tahu kemana. Meskipun begitu, banyak orang yang sangat menyayanginya, karena ia ramah, baik, sopan, cerdik, dan pintar. Oh iya,di desa itu ada sebuah legenda yang disebut 'perahu impian'. Maksudnya, kalau ada seseorang membuat sebuah 'perahu impian' dari bahan apa saja dan menghanyutkannya di sungai 'permohonan' dan menaruh sebuah surat permohonan didalam 'perahu impian' maka doanya/permohonannya akan terkabulkan.
Suatu hari Peny mengajak Follney membuat perahu impian.
"Follney, ayo kita membuat sebuah perahu impian!" ajak Peny dengan cerianya.
"Ah, tidak. Aku tidak ada bahannya, Peny" ujar Follney lesu.
"Yah, aku hanya ini bahannya tidak ada lagi. Aha! Lebih baik kamu memakai kertas saja, Follney!" usul Peny, berharap usulnya bisa membuat Follney gembira.
"Aku tidak mau, nanti bisa-bisa perahuku tenggelam ditengah sungai" akhirnya Peny pun membuat perahu itu sendirian. Sedangkan Follney hanya memperhatikan, padahal ia ingin sekali bertemu dengan keluarganya.Tapiiiiii, sudahlah mungkin tidak mungkin bisa.
****
Hari ini adalah hari ulangtahun Follney. Di rumah, Peny bingung mau memberi apa pada Follney.
"Haduuuh,aku kasih hadiah apa ya? Binguuung" ujar Peny sambil mondar-mandir . Tiba-tiba ibu Peny datang dan memberinya usul.
"Peny, ibu tahu kamu masih bingung. Ibu punya usul lho!" tutur ibu Peny
"Yang benar, Bu?! Usulnya apa?" desak Peny pada ibunya.
"Sabar dong. Lebih baik kamu beri dia sesuatu yang saaaaaangat dia ingin kan sejak dulu, kamu pasti tahu kan? Kan kamu sahabatnya" usul ibu Peny sambil mengedipkan sebelah matanya. Hah? Sesuatu? Yang diinginkan? Apa ya? gumam Peny sambil berpikir-pikir. Aha! Aku tahu! gumamnya lagi sambil tersenyum penuh kemenangan.
Peny langsung berlari menuju toko material milik Papa Skouci, ia membeli banyak sekali barang-barang untuk membuat sebuah perahu impian. Di rumahnya, ia membungkus dengan kertas kado yang indah dan menyisipkan sebuah surat.
"Nah, selesai! Follney pasti senang menerima kado ini" kata Peny tersenyum puas. Peny akan menaruh kado itu di depan pintu rumah Follney.
****
Keesokan harinya, saat Follney membuka pintu rumah untuk menghirup udara pagi hari, ia mendapati sebuah kado yang dibungkus dengan indah.
"Loh?! Kado dari siapa ini, ya? Aku buka, ah" katanya seraya merobek pembungkus kado itu. Saat dibuka, ternyata isinya sebuah alat-alat untuk membuat perahu impian dan terdapat sebuah surat disitu. Selesai membaca isi surat, Follney tersenyum senang. Ah, Peny memang sahabat yang baik batinnya senang.
Pagi itu juga, Follney membuat perahu impian. Menjelang siang baru selesai.
"Huft...akhirnya, saatnya menulis permohonan dan menghanyutkannya" Follney segera menulis surat permohonan yang isinya......Eits, rahasia! Belum lima menit, Follney sudah selesai membuat surat dan perahu impian siap dihanyutkan di sungai 'permohonan'. Follney memandang perahu impian yang hanyut terbawa air sungai.
Sungguh sebuah keajaiban, esoknya datang seorang petugas PMI menyebarkan surat pemberitahuan bahwa akan diadakannya acara pendonoran darah, Follney ikut serta dalam acara itu.
Pagi hari pukul 08.30, Follney datang ke balai warga, ia ingin menyumbangkan darahnya pada seorang anak kecil yang ikut dibawa ke desa, anak itu berasal dari kota besar. Setelah pengambilan darah selesai, Follney turun dari tempat tidur pasien, tak sengaja foto kenangannya bersama keluarganya jatuh. Ibu dari anak kecil itu memungutnya dan menatap foto itu dengan tak percaya.
"Follney, apakah kamu Follney?" tanya ibu itu. Follney langsung menjawab.
"Ya, saya Follney. Anda siapa?" tanya Follney penuh tanda tanya.
"Saya ibumu Follney, apa kamu lupa? Dulu kamu hilang saat terjadi banjir!" ucap ibu itu sambil memeluk Follney.
"Hah?! Ibu! Ibuuu......" Follney memeluk balik ibu kandungnya. "Tapi, anak kecil ini, dia siapa, Bu?" lanjut Follney bingung.
"Dia adikmu. Namanya Soya. Ibu membawanya ke acara donor darah ini karena dia kecelakaan dan banyak darahnya yang berkurang" jelas ibu Follney. Ibunya pun membawa Follney pulang ke kota besar itu. Terimakasih perahu impian bisik Follney didalam hati.
Nah, itu salah satu cerpennya. Gimana menurut kalian? Pengen gua kirim ke majalah bobo.
Langganan:
Komentar (Atom)