18 Mar 2015

URBAN LEGEND : MASK

Sore yang melelahkan. Aku bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dan menyegarkan badan.
CKLEK! CKLEK! CKLEK!
Sial! Lampu kamar mandi mati! Sudah kutekan saklarnya berulang kali, tetap tidak mau menyala. Hari sudah hampir magrib, sebentar lagi gelap. Aku berinisiatif untuk mengambil lampu belajarku sebagi penerangan. Lampu belajarku cukup terang jika dipakai untuk penerangan.

Setelah masalah penerangan selesai, aku masuk ke kamar mandi dan menyalakan lampu belajarku. "AH!" pekikku kaget. Topeng itu! Erghhh....
Ya, asal kalian tahu, ayahku hobi mengoleksi topeng topeng menyeramkan. Dan hampir disetiap sudut rumah, selalu ada topeng topeng menyebalkan itu. Seperti di kamar mandi. Kamar mandi. Kurasa hanya kamar mandiku saja di dunia ini yang dipajangi topeng semacam itu. Ah sudahlah tidak penting. Aku mengarahkan sorot cahaya lampu belajarku ke arah atap kamar mandi. Aku pun mulai membersihkan diri.

Aku mandi sambil berdendang kecil. Segar sekali badanku rasanya. Tak sengaja, saat aku sedang keramas, sikutku menyenggol lampu belajarku dan sorot cahayanya pun kembali menyinari topeng itu. Aku mulai membilas rambutku. Aku membuka mata dan menengok kesamping. Wajah topeng menyeramkan itu. Wajahnya seperti berubah, lebih menyeramkan atau..ah! tidak jelas. Aku terus memperhatikan setiap detail wajahnya. Ada yang janggal menurutku. Aku memperhatikan dengan seksama. Sampai kutelengkan kepalaku ke kiri dan ke kanan. Tiba-tiba...

"Hey! Jangan kau perhatikan saja wajahku ini! Cepat alihkan cahay itu kearah yang lain! SILAU!" bentak topeng itu. Oh my god! Topeng itu membentakku. Baru kusadari, wajah topeng itu berubah, menjadi tatapan kesilauan sekaligus tatapan sinis menyebalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar