Toktoktok!
Aku terbangun dari tidurku karena merasa terusik dengan suara yang sangat mengganggu itu. Aku melihat kearah jendela, tampak sesosok bayangan seperti pria yang berjalan di sekeliling jendela kamarku. Mataku melotot. Tubuhku membeku diatas kasur. Tak mampu bergerak.
Toktoktok!
Orang itu mengetuk seluruh jendela yang ada dirumahku. Ia sedang mengelilingi rumahku! Karena ketakutan, aku pun membangunkan suamiku yang sedang terlelap disampingku.
"Matt! Bangun! Ada seseorang dijendela! Bangun Matt!" aku megguncang tubuhnya. Dia menggeliat dan duduk disampingku sambil mengucek-ucek matanya. Bayangan itu masih bisa kulihat, dia mulai berjalan mengelilingi rumahku.
"Ada apa, hah?"
"Itu! Itu! Lihat! Ada orang diluar sana yang sedang mengintai kita, Matt!" bisikku sambil menunjuk kearah jendela. Matt berjalan menuju jendela yang kutunjuk dan menyingkap gorden yang menutupinya. Tidak ada apa apa disana. Matt menoleh ke kiri dan ke kanan, untuk melihat lihat sekitar jendela yang memang tidak ada apa-apa.
"Tidak ada apa-apa. Kau jangan mengada-ada. Ini sudah malam, tahu!" tukas Matt sedikit menggerutu.
"Tapi..tadi jelas jelas ada bayangan disana dan dia mengetuk-ngetuk jendela. Apa kau tidak mendengarnya?" kataku membela diri.
Toktoktok! Toktoktok!
"Dengar Matt! Suara ketukan dari sisi lain rumah! Kita harus mengeceknya! Ayo, Matt!"
Aku dan Matt keluar kamar. Matt sempat mengambil tongkat baseball sebagai alat untuk pertahanan diri, kalau kalau orang diluar sana berniat jahat kepada kami.
Kami sampai di ruang tengah. Matt menyalakan lampu di ruang tengah dan kami berjalan menuju asal suara ketukan tadi, ruang depan.
Toktoktok!
Bayangan pria itu kini tampak di jendela ruang depan. Dia terus menerus mengetuk jendela. Aku mulai merasa ada yang aneh disini. Jika ia ingin berniat jahat, mengapa harus mengetuk jendela segala? Bukankah itu membuatnya dapat tertangkap basah sedang berniat jahat? Akupun memberanikan diri melangkah menuju jendela dan menyingkap gordennya. Aku terkejut. Aku tak mempercayai apa yang kulihat. Seorang pria yang tak lain....
Suamiku. Itu Matt. Mengenakan setelan kemeja kerjanya.
"BETH! CEPAT KELUAR DARI RUMAH SAYANG! CEPAT! DIA BUKAN AKU! DIA SETAN! DIA MONSTER! CEPAT KELUAR SELAMATKAN DIRIMU!!!!!" dia berteriak sambil terus mengetuk, ah, tidak, sambil terus menggedor gedor jendela. Aku tak bergeming ditempatku sama sekali. Aku memberanikan diri memutarkan badan. Makhluk itu perlahan berubah dari bentuk manusia menuju bentuk monster yang mengerikan. Berjubah hitam, mukanya hancur, matanya hanya satu, bibirnya pun sangat tidak terlihat seperti bibir, taringnya mencuat keluar. Ia menyeringai.
Inspirated by : scary stories
BalasHapus