18 Mar 2015

URBAN LEGEND : WHO IS CRY?

DARR! DARR!
Petir menyambar dengan ganas diluar. Sebenarnya hari ini masih siang menuju sore, tapi karena hujan lebat dan petir sialan ini, makanya suasana menjadi gelap dan sedikit menakutkan. Aku hanya tinggal berdua sekarang, bersama kakak perempuanku. Aku sedang berada di ruang televisi sekarang, sedangkan kakakku berada dikamar, asyik menelepon kekasihnya. Dasar kurang kerjaan!

Tapi tiba tiba petir kembali menyambar dan seketika televisi mati! Ah! Aku terperanjat. "Dasar petir keparat kau!". Aku melempar remote tv ke karpet. Tak lama kemudian kakakku keluar kamar dengan tiba tiba sambil menyahut, "Kenapaaaa???". Aku sedikit mendongakkan kepalaku. Dia menghampiriku. "Kenapa?" tanyanya bingung. Akupun ikut bingung. "Tidak apa apa. Memangnya kenapa?" aku balik bertanya. "Aku mendengar suara tangisan seperti ini 'huuu..huu..', aku kira itu kau" Aku terpaku. "Aku tidak menangis!" kataku sambil menggeleng dengan tegas. Aku mulai ketakutan. Apa rumah ini berhantu? CTAR!! CTAR!! Sial! Kenapa petir itu harus muncul saat aku ketakutan seperti ini sih?!

Huu..huu..
Aku dan kakakku menoleh kearah televisi. Benda itu menyala kembali. "Ahaha..dari televisi ternyata!" kata kakakku sambil tertawa. Dia pun bangkit dan berjalan kembali menuju kamar. Aku terpaku menatap televisi. Televisi itu hanya menampilkan layar statis yg berwarna putih. Sementara itu suara tangisan masih terdengar. Jelas sekali. Seperti dia bersuara ditelingaku. Ah bukan. Seperti dia bersuara dibelakangku. Aku menoleh. CTARR! Kilat menyinari wajah tersebut. Wajah sesosok makhluk menyeramkan. Matanya berwarna hitam seluruhnya. Air mata mengalir di pipinya. Air mata tersebut juga berwarna hitam. Dan mulutnya bergerak kaku menyeramkan menimbulkan suara 'Huuu...huuuu...'
"Ini lolongan. Bukan tangisan" ucapnya dengan suara serak dan berat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar